Pengertian Idul Adha (Hari Raya Qurban)

Pengertian Idul Adha

idul adha
Idul Adha merupakan hari raya umat Islam. Secara etimologis ied (bahasa Arab) bermakna hari raya dan adha (bahasa Arab) berarti qurban. Dengan demikian idul adha berarti hari raya qurban. Dengan demikian hari raya ini dimaknai sebagai hari raya qurban yang merefleksikan pengorbanan nabi Ibrahim as saat diperitahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail.


Refleksi Sejarah Idul Adha

Menilik dari sejarah nabi Ibrahim a.s itulah umat Islam diseluruh dunia merayakan hari besar ini. Sejarah yang terkandung dalam qurban ialah ketika Nabi Ibrahim kala itu belum mempunyai anak dengan pernikahan Siti Sarah. Selama sekitar 1.000 tahun pernikahannya Ibrahim a.s belum juga diberikan seorang buah hatipun. Atas inisiatif Siti Sarah, Ibrahim a.s. menikah dengan Siti Hajar.

Dari pernikahan dengan Siti Hajar inilah Ibrahim a.s. diberikan keturunan oleh Allah, seorang putra yang bernama Ismail. Nabi Ismail yang telah tumbuh menjadi seorang anak remaja yang gagah dan tangkas membuat Ibrahim a.s. sangat menyayanginya. Hingga pada suatu hari Ibrahim a.s. bermimpi untuk menyembelih Ismail a.s., pergulatan batin inilah yang membawa Ibrahim a.s. pada suatu keraguan akan mimpi itu.

Apakah datangnya mimpi tersebut adalah sebuah perintah dari Allah atau hanya sekedar godaan setan. Hingga mimpi yang serupa dialami oleh Ibrahim a.s. sampai ketiga kalinya, barulah ia yakin bahwa inilah petunjuk dan perintah dari Allah yang datang melalui mimpinya untuk menyembelih putra itu. Ibrahim a.s. lantas mengutarakan akan sebuah mimpi itu kepada Ismail a.s., tanpa ragu Ismail a.s. yang kala itu seorang remaja meyakinkan ayahandanya untuk segera melaksanakan perintah Allah tersebut.

Setelah itu Ismail a.s menyerahkan sepenuhnya perintah Allah itu kepada ayahnya. Akhirnya dengan keyakinan penuh Ibrahim a.s. menyembelih Ismail a.s. dengan keimanan menuju jalan Allah. Pada akhirnya Allah mengganti Ismail a.s. dengan seekor gibas (domba), atas kuasa Nya Ismail a.s. tetap hidup dan yang disembelih adalah seekor gibas. Dari sejarah idul adha itulah umat Islam disunahkan menyembelih hewan qurban sebagai citra diri akan keimanan kepada Allah. Berqurban berarti seseorang telah mendekatkan diri pada tingkat ketaqwaannya tehadap Ilahi. Berqurban juga berarti membagi sesuatu kepada yang fakir atas rejeki yang telah Allah Berikan.

Hewan Qurban Idul Adha

Jenis-jenis hewan qurban untuk disembelih ada beberapa macam. Dari berbagai sumber dijelaskan bahwa satu orang minimal satu hewan qurban yaitu satu ekor kambing, sedangkan satu ekor sapi atau kerbau diperuntukan 7 orang yang berqurban.  

Berikut macam-macam hewan qurban diantaranya:
  • Onta
  • Sapi
  • Kerbau
  • Kambing (domba)

Penetapan Hari Raya Idul Adha

Hari raya idul adha jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah dalam kalender Islam atau yang biasanya di sebut dengan Hari Raya Haji. Karena memang hari raya qurban inilah jutaan muslim didunia melaksanakan ibadah haji, yaitu ibadah rukkun Islam yang ke lima.

Hal yang paling mudah dicerna dalam penetapan 100 dzulhijjah adalah ketika jamaah hari sudah wukuf di Arafah. Wukuf adalah prosesi pentinng ibadah haji yaitu rukun haji yang mensyaratkan sah nya ibadah haji tersebut, Ibadah haji tanpa wukuf adalah mustahil, karena puncak ibadah ini adalah wukuf.

Sedangkan wukuf di Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu satu hari menjelang hari raya Idul Adha. Dengan prosesi wukuf di Arafah maka sudah jelas penetapan tanggal 10 Dzulhijjah adalah setelahnya.

Idul Adha Secara Kalender

  • 1433 H : 26 Oktober 2012
  • 1434 H : 15 Oktober 2013
  • 1435 H : 4 Oktober 2014
  • 1436 H : 23 September 2015
  • 1437 H : 11 September 2016
  • 1438 H : 1 September 2017
  • 1439 H : 21 Agustus 2018
  • 1440 H : 11 Agustus 2019
  • 1441 H : 31 Juli 2020
  • 1442 H : 20 Juli 2021
  • 1443 H : 9 Juli 2022

blog ali maarif

Posted by Admin on 3:07 AM

0 comments:

Post a Comment